Entri Populer

Senin, 13 Oktober 2014

Akhlak Terpuji




AKHLAK TERPUJI

Akhlak ( أَخْلاَقٌ) berasal dari bahasa Arab jama’ dari “Khuluqun”( خُلُقٌ ) yang diartikan adat kebiasaan,perangai,tabi’at,watak, adab/sopan santun,dan agama.
Akhlak adalah kebiasaan, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu disebut akhlak. Jadi, pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengerti benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata-mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, fikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan yang menyatu. Membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan melahirkan perasaan moral yang terdapat didalam diri manusia itu sendiri sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Akhlak terpuji diantaranya adalah:

Husnudzon

1.       Pengertian Husnudzan
Husnudzon adalah “sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka baik”. Orang yang       mempunyai sikap husnudzon berarti orang senantiasa berprasangka baik, kepada sesama atau segala keputusan (takdir) Allah SWT. Maksudnya seluruh ucapan dan ragam gejala yang Nampak pada tingkah laku seseorang diterima sebagaimana adanya tanpa diiringi dugaan-dugaan yang tidak baik, begitupun pula bila segala sesuatu yang tidak tercapai maka sikapnya tidak akan menjauh dari Allah SWT.
Sifat husnudzon merupakan salah satu sifat terpuji, keuntungan dari sifat ini yaitu dapat menahan diri, tidak terlalu mudah memberikan penilaian yang salah atau negative, yang diakibatkan sifat dan tingkah laku orang lain, lebih-lebih kepada segala keputusan, sifat husnudzon selalu diliputi keten
angan dan ketentraman serta kedamaian. Jauh dari perasaan gelisah, was-was dan khawatir serta sakit hati.
2.      Husnudzan kepada Allah
Maksudnya adalah berbaik sangka terhadap apa saja yang dikehendaki dan ditakdirkan oleh Allah. Manusia tidak boleh berburuk sangka kepada Allah. Sebab, Allah zat yang maha bijaksana terhadap hamba-Nya.
Sikap husnuzan kepada Allah harus selalu ditunjukan meskipun seseorang mengalami kegagalan. Memiliki anggapan bahwa Allah tidak adil,kejam, merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman.
Wujud dari sikap dan prilaku yang mencerminkan husnuzan kepada Allah antara lain :
a.       Selalu mensyukuri nikmat Allah
b.      Bersabar apabila tertimpa musibah
c.       Optimis dalam menghadapi hidup ini
d.      Tidak mudah putus asa

3.      Husnudzan terhadap diri sendiri
Adalah berprasangka baik terhadap dirinya sendiri. Apa saja yang ada pada diri sendiri dapat diterima dengan baik, tidak merasa kurang. Selain itu, juga percaya pada kemampuan sendiri dan selalu bersikap optimis dalam menghadapi masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menemukan sebagian orang yang merasa tidak puas dengan keadaan dirinya sendiri. Misalnya, merasa ukuran tubuh tidak ideal, matanya kurang indah, dan sebagainya.
Untuk memenuhi keinginannya, maka ditempuhlah usaha untuk menyempurnakan diri. Misalnya, dengan cara operasi.
        Sikap yang demikian menunjukan ketidak puasan terhadap nikmat Allah. Disamping itu dapat diartikan tidak adanya rasa syukur atas karunia Allah. Padahal semua yang diciptakan Allah pada diri kita tentulah yang terbaik bagi kita. Allah berfirman:        


Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “yaTuhan tidaklah engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, maha suci engkau lindungilah kami dari azab neraka”. (QS. Ali imran/3:191)

        Wujud sikap husnuzan terhadap diri sendiri antara lain:
a.       Mensyukuri nikmat Allah atas keadaan diri sendiri
b.      Menjaga dan merawat jasmani dan rohani dengan baik
c.       Percaya diri

4.     Husnudza terhadap sesama manusia
Allah swt menciptakan manusia dalam berbagai suku bangsa dengan tujuan agar saling mengenal. Dengan saling mengenal akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Allah berfirman:
Artinya: “wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan membuat Anda bangsa dan suku-suku yang mungkin Anda mengenal satu sama lain. Memang, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling benar dari Anda. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal”. (QS. Al Hujarat/49:13)

Husnudzan terhadap sesama manusia juga mengandung arti tidak berprasangka buruk, curiga kepada orang lain. Belum tentu orang yang dianggap buruk itu lebih rendah dari kita.
        Wujud dan sikap husnudzan terhadap sesama manusia antara lain:
a.       Tidak suka mencurigai orang tanpa alasan
b.      Menghargai orang lain
c.       Adil dalam menilai orang lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar